Membantu anak untuk belajar memaafkan

Kecelakaan kerap kali terjadi di sekitar kita, baik itu antara orang dewasa maupun anak-anak. Dan biasanya kecelakan terjadi secara sengaja atau tidak sengaja. Kita selaku orang tua harus membantu anak kita untuk siap menghadapinya dengan menunjukkan ke mereka cara-cara atau jalan keluar jika terjadi sesuatu yang tidak baik. Tentunya dengan cara yan baik dan sehat.

Jika anak melakukan kesalahan, kita harus mengajari anak meminta maaf. Tanamkan pemahaman bhwa kalau membiarkan kejadian tersebut dan tidak meminta maaf, maka orang / anak lain akan berfikir bahwa kesalahan tersebut dilakukan dengan sengaja. Tanamkan secara baik dan sportif bahwa meminta maaf itu adalah hal hebat dan terpuji. Lebih cepat berminta maaf, Lebih baik.

Diantara tahun ke 3 sampai dengan 6, anak sedang berada pada saat kritisnya untuk belajar bersosialisasi, jadi dengan mencontohkan mereka bagaimana cara meminta maaf bisa dilakukan dengan banyak cara.

Meminta maaf ada 4 langkah

Pertama, katakan bahwa kamu menyesal. Kedua, tanya bagaimana orang itu balik lagi dengan keadaan semula atau merasa lebih baik. Lalu tawarkan untuk mengubah perbuatannya agar tidak terulang lagi. Akhirnya, tanya untuk maafnya diterima. Kebanyakan kejadian dari umur 3 sampai 6 adalah tidak sengaja. Meminta maaf terdengar seperti sebagai berikut:

"Maaf ya, Saya tidak sengaja menabrakmu. Apakah kamu sakit? Bagaimana aku bisa menolongmu? Aku akan lebih berhati-hati jika sedang berlari. Maaf Ya...

Kita juga harus menunjukkan  bagaimana meminta maaf jika kejadian itu orangnya marah atau ingin menyakiti balik. Cara meminta maafnya sama dengan sebelumnya, untuk kejadian seperti ini sebaiknya menunggu dulu. Memaksa anak untuk meminta maaf ketika mereka tidak mau tidak akan membantu anak menjadi orang yang lebih baik.

Anak-anak mungkin tidak bisa mengatakan bahwa dia maaf untuk menyakiti orang lain. Tapi anak bisa berbicaara yang sebenarnya dengan mengatakan ke dia bahwa dia maaf untuk memukulnya. Contohnya sebagai berikut :

"Maaf ya aku telah mendorongmu. Aku tidak suka kamu mengambil mainanku. Lain kali aku akan mengasih tau kamu bahwa aku mau mainanku."

Mainkan "Bagaimana jika"

Dengan memberi "Bagaimana jika?" pelajaran ke anak-anak. kita bisa membantu mereka untuk memulai mengembangkan kemampuan interpersonalnya. Pelajaran ini memakan waktu beberapa menit :

Bagaimana jika kamu jatuh dengan tidak sengaja sementara kamu sedang lari di taman? Apa yang akan kamu lakukan?

Bagaimana jika teman kamu datang dan main dengan mainan kesayanganmu? Apa yang akan kamu lakukan?

Bagaimana jika teman kamu marah dan memukul teman? Aoa yang akan kamu lakukan?

Bagaimana jika teman kamu yang memukulmu? Apa yang akan lakukan?

Dengan menghabiskan beberapa menit untuk mengajari anak-anak untuk meminta maaf dan mengantisipasi potensi konflik akan membantu mereka untuk belajar bagaimana untuk membenarkan sebagian kesalahan dalam hidup mereka. 

Komentar

To Top ↑